PENGELOMPOKAN MENGGUNAKAN METODE SUBTRACTIVE FUZZY C-MEAN (SFCM), STUDI KASUS DEMAM BERDARAH DI JAWA TIMUR
(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author
Abstract
Metode pengelompokan yang sering digunakan dalam penelitian adalah Fuzzy C-Mean Cluster (FCM). Dalam perkembangannya, FCM dikombinasikan metode Subtractive Clustering (SC) sehingga didapatkan Hybrid Subtractive Fuzzy C-Mean (SFCM).
Metode SFCM memiliki keunggulan dari tingkat kecepatan, dalam hal iterasi, dan menghasilkan partisi data yang lebih stabil dan akurat bila dibandingkan dengan metode sebelumnya. Pada penelitian ini, metode SCFM diaplikasikan dengan 13 variabel dari data demam berdarah. Studi kasus demam berdarah pada penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pengolahan dengan metode SFCM didapat hasil
pengelompokan dengan 2 kelompok, 3 kelompok, dan 4 kelompok. Dari 6 indeks validasi untuk mengetahui jumlah pengelompokan yang tepat, menunjukkan bahwa pengelompokan menjadi 2 kelompok memberikan hasil pengelompokan yang lebih bagus dibandingkan dengan pengelompokan yang lainnya. Seluruh kabupaten di Pulau Madura menjadi daerah endemi demam berdarah yang perlu diperhatikan oleh
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan hal ini senada dengan fakta yang dirilis oleh dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur, bahwa beberapa wilayah di Madura menjadi daerah KLB yang memerlukan perhatian serius dalam penanganannya.
Kata Kunci : Fuzzy C-Mean Cluster (FCM), Subtractive Clustering (SC), Subtractive Fuzzy C-Mean (SFCM), Demam Berdarah.
Metode SFCM memiliki keunggulan dari tingkat kecepatan, dalam hal iterasi, dan menghasilkan partisi data yang lebih stabil dan akurat bila dibandingkan dengan metode sebelumnya. Pada penelitian ini, metode SCFM diaplikasikan dengan 13 variabel dari data demam berdarah. Studi kasus demam berdarah pada penelitian ini dilakukan di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pengolahan dengan metode SFCM didapat hasil
pengelompokan dengan 2 kelompok, 3 kelompok, dan 4 kelompok. Dari 6 indeks validasi untuk mengetahui jumlah pengelompokan yang tepat, menunjukkan bahwa pengelompokan menjadi 2 kelompok memberikan hasil pengelompokan yang lebih bagus dibandingkan dengan pengelompokan yang lainnya. Seluruh kabupaten di Pulau Madura menjadi daerah endemi demam berdarah yang perlu diperhatikan oleh
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan hal ini senada dengan fakta yang dirilis oleh dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur, bahwa beberapa wilayah di Madura menjadi daerah KLB yang memerlukan perhatian serius dalam penanganannya.
Kata Kunci : Fuzzy C-Mean Cluster (FCM), Subtractive Clustering (SC), Subtractive Fuzzy C-Mean (SFCM), Demam Berdarah.
Full Text:
PDFArticle Metrics
Abstract view : 1212 timesPDF - 711 times
DOI: https://doi.org/10.26714/jsunimus.3.2.2015.%25p
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2015 Jurnal Statistika
Editorial Office:
Department of Statistics
Faculty Of Mathematics And Natural Sciences
Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu No. 18 Semarang Indonesia
Published by:
Department of Statistics Universitas Muhammadiyah Semarang
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License