Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare

Muhammad Lutfi Haikal(1*), Erna Sulistyawati(2), Dera Alfiyanti(3)


(1) Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia
(2) Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia
(3) Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Diare merupakan suatu keadaan dimana konsistensi feses lembek, tidak berbentuk atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologis pada anak diare. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilakukan pada 3 anak yang dirawat di Rumah Sakit Roemani Semarang. Kriteria subyek studi yaitu anak yang berusia 1-5 tahun, anak yang menderita diare, dan mendapatkan terapi zinc. Pemberian terapi dilakukan sebanyak 4 kali sehari selama 3 hari. Intervensi dilakukan dengan penambahan madu sebanyak 5cc/ml zink. Hasil studi kasus ini menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan konsistensi feses. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frekuensi buang air besar.


Keywords


Diare; madu; zinc

Full Text:

PDF

References


Amari, R. O. (2023). Child Health Coverage database. Unicef. December, 31–41.

Badan Pusat Statistik. (2020). Jumlah Kasus Penyakit Menurut Kabupaten / Kota dan Jenis Penyakit di Provinsi Jawa Tengah , 2020 Number of Disease Cases by Regency / Municipality and Type of Disease in Jawa Tengah Province , 2020 Angka Keberhasilan Jumlah Kasus Baru Jawa Tengah e , 2020. 1–2.

Kemenkes RI. (2021). Rencana Aksi Program Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit. Rencana AKSI Program P2P, 2021, 86.

Lusiana1, E., Immawati2, & Sri Nurhayati3. (2021). Penerapan Pemberian Madu untuk Mengatasi Diare Pada Anak Usia Pra Sekolah (3 – 5 Tahun). Jurnal Cendikia Muda, 1(1), 2807–3469.

Mahyar, A., Ayazi, P., Shaftaroni, M. R., Oveisi, S., Dalirani, R., & Esmaeili, S. (2022). The Effect of Adding Honey to Zinc in the Treatment of Diarrhea in Children. Korean Journal of Family Medicine, 43(3), 188–192. https://doi.org/10.4082/KJFM.21.0080

Nurjanah, S., Susaldi, S., & Danismaya, I. (2022). Madu dapat Menurunkan Frekuensi Diare pada Anak. Journal of Nursing Education and Practice, 2(1), 179–184. https://doi.org/10.53801/jnep.v2i1.98

Tim Pokja, SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. (D. PPNI (ed.)). Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Purnamiasih, D. P. K., & Putriyanti, C. E. (2022). Tinjauan Literatur: Pengaruh Pemberian Madu untuk Anak Diare (Literature Review: The Effect of Honey for Children with Diarrhea). Jurnal Kesehatan, Vol 11 No(2), 2721–8007.

Tim Pokja, SIKI DPP PPNI. (2018). Standar intervensi keperawatan indonesia (D. PPNI (ed.)). Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (D. PPNI (ed.)). Dewan Pengurus Pusat PPNI.


Article Metrics

Abstract view : 1 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.26714/hnca.v5i2.15714

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats
Universitas Muhammadiyah Semarang

Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang

Phone: 02476740287
Fax: 02476740287
Email: hnca@unimus.ac.id