Analisis Spasial Prevalensi Stunting Berdasarkan Ketersediaan Air Bersih, Jamban Sehat, dan Keluarga Perokok di Kabupaten Musi Banyuasin

Najmah Najmah(1*), Melika Susilawati(2), Misnaniarti Misnaniarti(3), Azmi Dariusmansyah(4), Maryadi Maryadi(5), Yesi Mayasari(6), Ayu Seftiani Lestari(7), Elvi Sukaesi(8), Salwa Syamsia(9), Amrina Rosyada(10), Fadhila Khairunnisa(11), Nur Fazila(12), Wulandari Dwi Safitri(13), Anisah Zalzabila(14), Nita Amalia Putri(15), Anggun Restu Wulandari(16), Gea Salsabila(17), Tri Mauli Ramadhina(18)


(1) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(2) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(3) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(4) Health Office of Musi Banyuasin District
(5) Health Office of Musi Banyuasin District
(6) Health Office of Musi Banyuasin District
(7) Health Office of Musi Banyuasin District
(8) Health Office of Musi Banyuasin District
(9) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(10) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(11) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(12) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(13) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(14) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(15) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(16) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(17) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(18) Faculty of Public Health, Sriwijaya University
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Faktor tidak langsung mempengaruhi stunting, disebut faktor sensitive, perlu di telaah lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi stunting berdasarkan ketersediaan air bersih dan jamban sehat serta keluarga perokok di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain studi ekologi menggunakan pendekatan spasial, yang dilakukan dengan pemetaan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG). Kelompok populasi penelitian adalah masyarakat wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin yang berjumlah 600 sasaran. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk, seperti ketersediaan air bersih dan jamban sehat yang tidak memadai, serta paparan asap rokok merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko tersebut dengan kejadian stunting. Wilayah dengan cakupan sanitasi dan akses air bersih yang rendah, serta prevalensi merokok yang tinggi, cenderung memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa stunting merupakan masalah multifaktorial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Kesimpulan: Perbaikan sanitasi dan upaya pengurangan paparan asap rokok perlu dilakukan secara intensif untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. Intervensi komprehensif yang meliputi perbaikan sanitasi, peningkatan akses air bersih, dan upaya pengurangan prevalensi merokok sangat diperlukan untuk mengatasi masalah stunting.

Keywords


clean water, smoking, sanitation, stunting

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Mashar SA, Suhartono S, Budiono B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak: Studi Literatur. Jurnal Serambi Engineering. 2021;6(3).

WHO, UNICEF, Group WB. Levels and Trends in Child Malnutrition2023. Available from: https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2023/05/JME-2023-Levels-and-trends-in-child-malnutrition.pdf.

TPPS. Laporan Semester 1 Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. Palembang: Tim Percepatan Penurunan Stunting; 2024.

Suratri MAL, Putro G, Rachmat B, Nurhayati, Ristrini, Pracoyo NE, et al. Risk Factors for Stunting among Children under Five Years in the Province of East Nusa Tenggara (Ntt), Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2023;20(2):1640.

Zahrawani TF, Nurhayati E, Fadillah Y. Hubungan Kondisi Jamban Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Cicalengkatahun 2020. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains (JIKS), Online submission: http://ejournal unisba ac id/index php/jiks DOI: https://doi org/1029313/jiks v4i1. 2022;7770.

Susianti N, Lestari W. Faktor Prediksi Stunting Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Studi Wilayah Pada Kategori Wilayah Stunting Berat Di Provinsi Jambi. Jurnal Khazanah Intelektual. 2020;4(2):729-57.

HM KD, Susaldi S, Munawaroh M. Hubungan Paparan Asap Rokok, Pola Makan Dan Faktor Riwayat Penyakit Dengan Kejadian Stunting. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah. 2024;3(4):2033-9.

Wulandari FC, Kusumaningsih TP, Kusumawati MAS, Pratiningtias M. Hubungan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Kalikuning Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. The Shine Cahaya Dunia Ners. 2023;8(02):93-9.

Adil A, Kom S. Sistem Informasi Geografis: Penerbit Andi; 2017.

Dinkes_Kab.Muba. Jumlah Stunting Pada Balita Di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2022: Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin; 2022 [Available from: https://satudata.mubakab.go.id/data/jumlah-stunting-pada-balita-di-kabupaten-musi-banyuasin-tahun-2022.

Maulani RG, Andolina N. Hygiene Sanitasi Terhadap Kejadian Wasting Pada Bayi Usia 0-59 Bulan: Hygiene and Sanitation on Wasting Incidence in Infants Aged 0-59 Months. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2023;5(1):320-3.

Aguayo VM, Menon P. Stop Stunting: Improving Child Feeding, Women's Nutrition and Household Sanitation in South Asia. Wiley Online Library; 2016. p. 3-11.

Maywati S, Gustaman RA, Riyanti R. Sanitasi Lingkungan Sebagai Determinan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community. 2023;7(2):219-29.

Kemenkes RI. Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia, Masalah Dan Solusinya. In: Kesehatan BPdP, editor. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.

Mukhlasin M, Solihudin EN. Kepemilikan Jamban Sehat Pada Masyarakat. Faletehan Health Journal. 2020;7(03):119-23.


Article Metrics

Abstract view : 13 times
PDF - 3 times

DOI: https://doi.org/10.26714/jkmi.20.3.2025.6-11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia

ISSN 1693-3443 (print) | 2613-9219 (online)
Organized by Department of Public Health, Faculty of Public health, Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang, Indonesia
Published by Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang
W : https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkmi 
E : manajerjkmi@unimus.ac.id

 

 Creative Commons License

Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.